JAKARTA, KOMPAS.com - Keindahan alam Bali menjadi pendongkrak bisnis meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE) di pulau tersebut. Terang ini membawa berkah bagi resor dan hotel. Pan Pacific Nirwana Bali Resort (NBR) milik PT Bali Nirwana Resort misalnya.
Anak usaha PT Bakrieland Develompment Tbk ini menyuguhkan dua ruang konvensi seluas 324 m2 dan 624 m2. Ruangan ini bisa menampung 50 orang hingga 600 orang. Ada pula tiga ruang rapat seluas 76 m2 hingga 104 m2. Untuk menikmati pagelaran seni dan budaya, Bali Nirwana juga memiliki amphitheatre luar ruang yang bisa menampung hingga 120 orang.
Manajer Komunikasi Pemasaran Pan Pacific NBR, Dwi Lisminarni mengatakan, pola rapat dan konvensi di Bali memang agak berbeda dengan kota bisnis atau industri. Sebab, perusahaan yang menggelar rapat di Bali sudah pasti mengakhiri perjalanannya dengan berlibur. Sehingga, umumnya pebisnis yang datang untuk rapat ke Bali, sekaligus memboyong keluarganya. Ini yang melipatgandakan pendapatan hotel.
Saban bulannya, ada sekitar empat hingga lima rapat yang digelar di ruang MICE Pan Pacific NBR. Rapat tersebut rata-rata diikuti oleh 100 orang tamu. Pan Pacific NBR mengenakan tarif Rp 850.000 per malam untuk kamar dan Rp 4 juta hingga Rp 9,650 juta per malam untuk villa. Untuk menikmati fasilitas MICE, tamu tinggal menambah Rp 350.000 per hari. Ini yang membuat MICE mengalirkan 40% pemasukan ke pendapatan Pan Pacific NBR.
Saat ini, tingkat okupansi Pan Pacific NBR mencapai 50 persen hingga 60 persen Sebagian besar tamu ialah wisman yang berasal dari Jepang, China, dan Korea. Baru sisanya berasal dari domestik. Tahun ini, Pan Pacific NBR optimis akan meraup pasar MICE. Hal terlebih karena NBR baru mengganti pengelolaan hotelnya dari Le Meridien ke tangan Pan Pacific. (Gloria Haraito/KONTAN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang